Mengenai Saya
Rabu, 11 Desember 2013
Semangat Untuk menggapai cita-cita
Assalamualaikum Wr. Wb
Yang terhormat Ibu Aminah M. Nur, selaku guru pembimbing
Yang terkasih teman-teman sekalian
Marilah kita panjatkan puji dan syukur atas ke hadirat Allah SWT, karena dengan berkah dan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di hari yang berbahagia ini.
Saya mengucapkan terima kasih karena saya telah diperkenankan untuk berdiri disini menyampaikan pidato yang bertema “Semangat untuk Menggapai Cita-Cita “.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat betapa pentingnya memiliki cita-cita. Apakah memiliki cita-cita akan berpengaruh dalam kehidupan kita ? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh cita-cita dalam kehidupan kita.
Hadirin sekalian,
Cita-cita bagi banyak orang mempunyai dua definisi. Bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggap cita-cita itu adalah tujuan hidup, maka cita-cita itu akan dijadikan bahan bakar yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan tujuan yang jelas dalam menjalani kehidupan. Namun bagi orang-orang yang mengangap cita-cita itu hanyalah mimpi belaka maka cita-cita itu tak lebih dari khayalan atau hanya menjadi mimpi pengantar tidur tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju.Hal ini lah yang menyebabkan mereka hidup dengan tujuan yang tidak jelas.
Hadirin yang berbahagia,
Memiliki cita-cita sangat penting sekali, begitupun dengan usaha untuk menggapainya. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Kerja keras sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tentunya kita sebagai pelajar tahu apa yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita, yakni dengan belajar dengan giat dan selalu percaya bahwa masa depan adalah milik kita, kita yang akan menjadi ujung tombak masa dea depan, kita yang akan mengatur masa depan, kalau bukan kita siapa lagi ?
Dan yang selalu menjadi kendala bagi kita untuk menggapai cita-cita adalah sikap yang terlalu berleha-leha, malas, dan terlalu menggantungkan diri kepada orang lain. Saya merasa generasi muda saat ini banyak didoktrin dengan kata-kata yang salah, salah satu contohnya generasi muda saat ini selalu berkata ‘’ Gimana nanti aja’’ padahal yang benar adalah “Nanti gimana ?’’. Inilah yang menunjukan kita sebagai generasi muda yang berleha-leha. Dan Yang terparah ketika kita menggantungkan diri kita kepada orang lain termasuk pada orang tua kita. Karena orang tua kita sukses kita menjadi tenang, yakin bahwa di masa depan kita akan sukses juga, atau bahkan malah berleha-leha dalam menghadapi masa depan tanpa belajar dan berlatih dengan tekun. Tentu saja ini perbuatan yang salah karena kunci sukses di masa depan itu Ketekunan bukan keturunan. Masa depan adalah refleksi kehidupan kita saat ini. Kehidupan yang kita pilih saat ini menjadi sebuah cerminan lain dari kehidupan kita di masa mendatang. Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi kesuksesan tak terduga di masa depan kita.
Hadirin yang saya hormati,
Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak. Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai.
Oleh karena itu, mulai sekarang kita tidak boleh ragu-ragu atau bahkan malu dalam memilih cita-cita, karena tidak ada yang tidak mungkin kalu kita mau berusaha dan bekerja keras. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca.
Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Tapi jangan lupa dengan cita-cita setelah kita mati nanti yaitu masuk surga. Masuk surga pun harus kita perjuangkan selama kita hidup di dunia karena hidup kita pada dasarnya adalah untuk ibadah dan merupakan ujian Tuhan kepada kita. Kita mati tidak membawa apa-apa selain amal ibadah kita.
Hadirin sekalian,
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Mohon maaf bila banyak kesalahan dalam penyampaian, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekhilafan adalah milik kita sebagai manusia. Ahkir kata selamat dan sukses meraih cita-cita wasssalamualaikum Wr.Wb
Yang terhormat Ibu Aminah M. Nur, selaku guru pembimbing
Yang terkasih teman-teman sekalian
Marilah kita panjatkan puji dan syukur atas ke hadirat Allah SWT, karena dengan berkah dan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di hari yang berbahagia ini.
Saya mengucapkan terima kasih karena saya telah diperkenankan untuk berdiri disini menyampaikan pidato yang bertema “Semangat untuk Menggapai Cita-Cita “.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat betapa pentingnya memiliki cita-cita. Apakah memiliki cita-cita akan berpengaruh dalam kehidupan kita ? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh cita-cita dalam kehidupan kita.
Hadirin sekalian,
Cita-cita bagi banyak orang mempunyai dua definisi. Bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggap cita-cita itu adalah tujuan hidup, maka cita-cita itu akan dijadikan bahan bakar yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan tujuan yang jelas dalam menjalani kehidupan. Namun bagi orang-orang yang mengangap cita-cita itu hanyalah mimpi belaka maka cita-cita itu tak lebih dari khayalan atau hanya menjadi mimpi pengantar tidur tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju.Hal ini lah yang menyebabkan mereka hidup dengan tujuan yang tidak jelas.
Hadirin yang berbahagia,
Memiliki cita-cita sangat penting sekali, begitupun dengan usaha untuk menggapainya. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Kerja keras sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tentunya kita sebagai pelajar tahu apa yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita, yakni dengan belajar dengan giat dan selalu percaya bahwa masa depan adalah milik kita, kita yang akan menjadi ujung tombak masa dea depan, kita yang akan mengatur masa depan, kalau bukan kita siapa lagi ?
Dan yang selalu menjadi kendala bagi kita untuk menggapai cita-cita adalah sikap yang terlalu berleha-leha, malas, dan terlalu menggantungkan diri kepada orang lain. Saya merasa generasi muda saat ini banyak didoktrin dengan kata-kata yang salah, salah satu contohnya generasi muda saat ini selalu berkata ‘’ Gimana nanti aja’’ padahal yang benar adalah “Nanti gimana ?’’. Inilah yang menunjukan kita sebagai generasi muda yang berleha-leha. Dan Yang terparah ketika kita menggantungkan diri kita kepada orang lain termasuk pada orang tua kita. Karena orang tua kita sukses kita menjadi tenang, yakin bahwa di masa depan kita akan sukses juga, atau bahkan malah berleha-leha dalam menghadapi masa depan tanpa belajar dan berlatih dengan tekun. Tentu saja ini perbuatan yang salah karena kunci sukses di masa depan itu Ketekunan bukan keturunan. Masa depan adalah refleksi kehidupan kita saat ini. Kehidupan yang kita pilih saat ini menjadi sebuah cerminan lain dari kehidupan kita di masa mendatang. Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi kesuksesan tak terduga di masa depan kita.
Hadirin yang saya hormati,
Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak. Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai.
Oleh karena itu, mulai sekarang kita tidak boleh ragu-ragu atau bahkan malu dalam memilih cita-cita, karena tidak ada yang tidak mungkin kalu kita mau berusaha dan bekerja keras. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca.
Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Tapi jangan lupa dengan cita-cita setelah kita mati nanti yaitu masuk surga. Masuk surga pun harus kita perjuangkan selama kita hidup di dunia karena hidup kita pada dasarnya adalah untuk ibadah dan merupakan ujian Tuhan kepada kita. Kita mati tidak membawa apa-apa selain amal ibadah kita.
Hadirin sekalian,
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Mohon maaf bila banyak kesalahan dalam penyampaian, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekhilafan adalah milik kita sebagai manusia. Ahkir kata selamat dan sukses meraih cita-cita wasssalamualaikum Wr.Wb
SUKU PATTINJO
Suku Pattinjo, adalah etnis yang menghuni daerah kelurahan Tadokkong kecamatan Lembang di kabupaten Pinrang provinsi Sulawesi Selatan.
Keberadaan suku Pattinjo sendiri selama ini diakui sebagai orang Bugis atau hanya dianggap sebagai salah satu sub-suku Bugis. Sedangkan pemerintah setempat sering mengkategorikan orang Pattinjo sebagai suku Bugis Pattinjo.
Sebenarnya daerah pemukiman suku Pattinjo berada di 4 kecamatan di kabupaten Pinrang sebagai tempat asal mereka, tetapi penyebaran mereka justru terbanyak berada di wilayah kabupaten Enrekang dan kabupaten Luwu, selain itu komunitas suku Pattinjo ini juga terdapat di Tarakan provinsi Kalimantan Timur.
Keberadaan suku Pattinjo sudah mulai dikenal keberadaannya sebagai sebuah "suku", yang selama berada di bawah bayang-bayang nama suku yang lebih besar yaitu "suku Bugis", dan sejak dahulu suku Pattinjo lebih dikenal sebagai "suku Bugis-Pattinjo". Selain itu orang Pattinjo sendiri lebih suka menyebut diri mereka sebagai suku Pattinjo.
Suku Pattinjo sebenarnya layak disebut 'suku", karena sejak dahulu suku Pattinjo telah memiliki struktur pemerintahan sendiri yang mereka patuhi dan berlaku turun temurun, seperti Maddika (setingkat Kepala Desa), Tomakaka dan Pakkarungan (Arung).
Selain itu suku Pattinjo juga memiliki adat-istiadat, budaya serta bahasa sendiri. Beberapa tradisi budaya suku Pattinjo yang sudah mulai dikenal adalah Marroddo yang ada di desa Basseang kecamatan Lembang, Suling Bambu di desa Sali-sali, Pencak Silat dan Rebana.
Selama ini suku Pattinjo identik dengan suku Mandar, ketika wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat masih bergabung, suku Pattinjo dikelompokkan dalam bagian suku Mandar atau dengan kata lain suku Pattinjo satu kesatuan dengan suku Mandar. Saat ini wilayah suku Mandar berada di Sulawesi Barat, sedangkan wilayah pemukiman suku Pattinjo tetap berada di wilayah Sulawesi Selatan.
Suku Pattinjo secara kultur budaya sebenarnya lebih mendekati kultur budaya orang Toraja. Dari segi bahasa juga, bahwa bahasa Pattinjo lebih banyak kemiripan dengan bahasa Toraja, dibanding dengan suku Bugis dan Makasar. Bahkan menurut sebuah tulisan di web, mengatakan bahwa secara struktur fisik, orang Pattinjo memiliki struktur fisik orang Toraja. Menurut dugaan bahwa kemungkinan dahulunya orang Pattinjo memiliki sejarah asal usul yang sama dengan orang Toraja.
Suku Pattinjo mayoritas adalah pemeluk agama Islam, yang dikembangkan oleh orang-orang dari Tanah Bugis pada beberapa abad yang silam. Beberapa tradisi adat suku Pattinjo mengandung unsur-unsur Islami yang dikombinasikan dengan adat asli suku Pattinjo.
Suku Pattinjo memiliki karakter yang terbuka dan cenderung spontan dalam menyikapi sesuatu, atau dalam istilah lain "ceplas-ceplos". Karakter lain orang Pattinjo adalah keras, dan tidak suka diatur oleh orang lain. Beberapa cerita negatif tentang orang Pattinjo, yang menceritakan orang Pattinjo adalah kasar, pengangguran dan suka mencari masalah. Benar atau tidaknya cerita negatif tentang orang Pattinjo, tentunya masyarakat suku Pattinjo sendiri lah yang harus menyikapinya secara bijaksana.
Dalam kehidupan sehari-hari, pada dasarnya masyarakat suku Pattinjo hidup pada bidang pertanian. Tetapi saat ini sebagian masyarakat suku Pattinjo lebih suka berprofesi pada bidang-bidang lain.
Keberadaan suku Pattinjo sendiri selama ini diakui sebagai orang Bugis atau hanya dianggap sebagai salah satu sub-suku Bugis. Sedangkan pemerintah setempat sering mengkategorikan orang Pattinjo sebagai suku Bugis Pattinjo.
Sebenarnya daerah pemukiman suku Pattinjo berada di 4 kecamatan di kabupaten Pinrang sebagai tempat asal mereka, tetapi penyebaran mereka justru terbanyak berada di wilayah kabupaten Enrekang dan kabupaten Luwu, selain itu komunitas suku Pattinjo ini juga terdapat di Tarakan provinsi Kalimantan Timur.
Keberadaan suku Pattinjo sudah mulai dikenal keberadaannya sebagai sebuah "suku", yang selama berada di bawah bayang-bayang nama suku yang lebih besar yaitu "suku Bugis", dan sejak dahulu suku Pattinjo lebih dikenal sebagai "suku Bugis-Pattinjo". Selain itu orang Pattinjo sendiri lebih suka menyebut diri mereka sebagai suku Pattinjo.
Suku Pattinjo sebenarnya layak disebut 'suku", karena sejak dahulu suku Pattinjo telah memiliki struktur pemerintahan sendiri yang mereka patuhi dan berlaku turun temurun, seperti Maddika (setingkat Kepala Desa), Tomakaka dan Pakkarungan (Arung).
Selain itu suku Pattinjo juga memiliki adat-istiadat, budaya serta bahasa sendiri. Beberapa tradisi budaya suku Pattinjo yang sudah mulai dikenal adalah Marroddo yang ada di desa Basseang kecamatan Lembang, Suling Bambu di desa Sali-sali, Pencak Silat dan Rebana.
Selama ini suku Pattinjo identik dengan suku Mandar, ketika wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat masih bergabung, suku Pattinjo dikelompokkan dalam bagian suku Mandar atau dengan kata lain suku Pattinjo satu kesatuan dengan suku Mandar. Saat ini wilayah suku Mandar berada di Sulawesi Barat, sedangkan wilayah pemukiman suku Pattinjo tetap berada di wilayah Sulawesi Selatan.
Suku Pattinjo secara kultur budaya sebenarnya lebih mendekati kultur budaya orang Toraja. Dari segi bahasa juga, bahwa bahasa Pattinjo lebih banyak kemiripan dengan bahasa Toraja, dibanding dengan suku Bugis dan Makasar. Bahkan menurut sebuah tulisan di web, mengatakan bahwa secara struktur fisik, orang Pattinjo memiliki struktur fisik orang Toraja. Menurut dugaan bahwa kemungkinan dahulunya orang Pattinjo memiliki sejarah asal usul yang sama dengan orang Toraja.
Suku Pattinjo mayoritas adalah pemeluk agama Islam, yang dikembangkan oleh orang-orang dari Tanah Bugis pada beberapa abad yang silam. Beberapa tradisi adat suku Pattinjo mengandung unsur-unsur Islami yang dikombinasikan dengan adat asli suku Pattinjo.
Suku Pattinjo memiliki karakter yang terbuka dan cenderung spontan dalam menyikapi sesuatu, atau dalam istilah lain "ceplas-ceplos". Karakter lain orang Pattinjo adalah keras, dan tidak suka diatur oleh orang lain. Beberapa cerita negatif tentang orang Pattinjo, yang menceritakan orang Pattinjo adalah kasar, pengangguran dan suka mencari masalah. Benar atau tidaknya cerita negatif tentang orang Pattinjo, tentunya masyarakat suku Pattinjo sendiri lah yang harus menyikapinya secara bijaksana.
Dalam kehidupan sehari-hari, pada dasarnya masyarakat suku Pattinjo hidup pada bidang pertanian. Tetapi saat ini sebagian masyarakat suku Pattinjo lebih suka berprofesi pada bidang-bidang lain.
Rabu, 04 Desember 2013
Sang Al-FaQir
Nama : Hidayatullah
Na.pa : hidayat, tulla, yayad
TTL : pinrang , 02-mei-1997
Anak : Ke 2 Dari 4 Bersaudara, satu-satunya anak Laki-laki
Alamat : kanipang , pinrang, sul-sel
Hobby : Sepak Bola, & Volley Ball
Idola : MUHAMMAD SAW, sampai mati...
Karier Pendidikan :
-TK AISYA TUPPU, PINRANG
-SDN 185 PINRANG
-MTs AL-BADAR DDI PAREPARE
-MA AL-BADAR DDI PAREPARE
-dan insyaALLAH akan lanjut diuniversitas gaja mada (UGM)
Pengalaman Organisasi :
-Depertemen Dana & Keuangan DiOsis periode 2010-2011
-Depertemen Olahraga Diosis periode 2012-201
-Dan sekarang Menjabat sebagai ketua Osis DiMA Al-badar DDI ParePare
Motto : "HIDUP SIMPEL-LAH DENGAN BAIK & JANGAN MENYERAH UNTUK MELAWAN TAKDIR."
Langganan:
Komentar (Atom)
